BMC kali ini membahas ttg BMC yg akan dibuat untuk hotel yg ditujukan untuk all segmented. Kelompok kami hanya terfokus pada businessman dengan mengacu pada infrastruktur cost. Jadi yang akan ditekankan adlah key activities dan beberapa lainnya, tidak semua BMC.
1. Key Activities
- mengadakan training dan seminar untuk para staff (agar servis yg diberikan maksimal dan memuaskan, serta menjaga dan mengontrol kualitas standar servis)
- memberikan award kepada employee yang penilaiannya melibatkan customer (agar para employee berlomba" untuk memberikan yang terbaik kepada customer)
- waste management program (sisa" bahan'materoal yang ada digunakan untuk dijadikan hal lain yang lebih berguna, misal: sisa pinggiran roti dijadikan breadcrump, kain sprei lama dijadikan hiasa buat sovenir)
2. Key Partner
- arsitek dan kontraktor yang berpengalaman dlaam membangun gedung" yang tinggi ke atas 9agar bisa mendapatkan tanah yang strategis lokasinya namun tidak menggunakan banyak lahan tanah)
3. Channel
- kerjasam dengan uni" dan smk" jurusan perhotelan (agar mendapatkan free labor -magang- namun bisa diandalakan karena mamiliki background mengenai servis yang baik)
4. Revenue
- training for outside company (menggunakan jasa/skill/pengetahuan staff yang telah kita beri training+seminar untuk memberikan pengajaran kepada company" lain (sekolah/uni perhotelan) mengenai seputar perhotelan)
- maximizing vacant space to be rented (menyewakan semua space yang bisa disewakan agar dapat revenue tambahan lain - berhubungan dengan arsitek yang pintar dalam mendesain ruang dan interior agar semua ruang yang ada dapat digunakan secara minimalis dan maksimal)
Sekian blog buat hari ini..semoga bermanfaat untuk pengembangan bisnis di kemudian hari :D byee..Gbu :)
Thursday, October 20, 2011
Thursday, October 13, 2011
BMC Part 2 - The Patterns
Hari ini sebenernya waktu buat blog sgt" tidak sempat..karena harus preppare resto buat besok..(ˇεˇ") huff.. dan ini baru sampe rumah tadi pada jam 10 lebih..wew..semoga blognya berkenan..amin :)
Dalam konseop manajemen terdapat 3 sumbu X (produk inovasi), Y (infrastruktur manajemen), Z (service excellent). Sebuah perusahaan harus memiih salah satu oreintasi agar bisa memiliki daya saing. Selain itu, 3 hal tadi adalah hal yang saling bertabrakan satu dengan yang lain. X memerlukan biaya yang tinggi, Y mengutamakan efisiensi cost, Z lebih kepada penyesuaian dan adaptasi. Jadi, ada 5 business model yang bisa digunakan dengan berorientasi pada salah satunya:
1. Un-building business model (memecah" yg sudah ada).
# tantangan: karena dilakukan semuanya maka biaya terlalu mahal (butuh biaya banyak).
# solusi: memilah-milah lagi mana yang perlu dan tidak.
# cara menggunakan sistem IT dan manajemen supaya bisa dipisahkan namun tetap terkoordinasi dengan baik.
# dilihat dari 3 core business types: 1. Ekonomi: product innovation terdapat pada speed, customer relationship terdapat pada economics of scope, infrastructure terdapat pada ecnomic of scale. 2. Culture: berlomba untuk mencari orang" yang berbakat, battle of scope, dan battle of scale. 3. Competition: terfokus pada karyawan, berorientasi pada service yang tinggi, dan cost focused.
# contoh: PT. TELKOM
2. Long Tail (hasilnya baru dirasakan setelah beberapa waktu lamanya).
# contoh: LEGO
# Lego harus membeli hasil buatannya pecinta lego (sistem robotnya / rumahnya / dll) dari seorang partner individu kemudianLogo menawarkannya ke semuanya lewat internet. Sesudah itu apabila ada yang mengingini design milik seseorang maka Lego akan membuatannya dan partner individu tersebut akan menerima royyalti.
3. Multi-Sided (banyak digunakan oleh perusahaan" pada umumnya)
# one value proposition targets, one customer segments.
# lebih mengutamakan pada platform (komunitas).
# contoh: Google (dapat uang dari beberapa sumber tapi memberikan sesuatu ke customer tanpa biaya).
4. Free
# tipe 1: Freemium (free tapi premium) seperti Avira Anti-Virus --> dapat berjalan dengan cara subsidi silang.
# tipe 2: Bait and Hook seperti ESIA (diberi yang gratis" terlebih dahulu supaya pindah ke operator mereka kemudian orang akan ketagihan untuk menggunakannya), dengan kata kunci rasional.
5. Open
# yang banyak menggunakan bisnis model ini adalah perusahaan research and development.
# ideas and result hanya untuk kalangan inside, namun bisa di jual ke perusahaan lain yang membutuhkan tpai harus bayar royalti.
# tantangan: biaya tinggi untuk research and develompment (alat harus canggih), namun produktifitas rendah.
# solusi: utilizing outside patterns.
# contoh: IDEO
Minggu ini jujur kurang konsentrasi karena kmrn Carnaval Snack Box mulai untuk preparation orderan orang sejumalh 40pax dengan masing" berisi 3 macam kue, jadi in total = 120pcs kue =] mohon dimaklumi..penulis sudah berusaha sebisanya..terima kasih.. :)
Dalam konseop manajemen terdapat 3 sumbu X (produk inovasi), Y (infrastruktur manajemen), Z (service excellent). Sebuah perusahaan harus memiih salah satu oreintasi agar bisa memiliki daya saing. Selain itu, 3 hal tadi adalah hal yang saling bertabrakan satu dengan yang lain. X memerlukan biaya yang tinggi, Y mengutamakan efisiensi cost, Z lebih kepada penyesuaian dan adaptasi. Jadi, ada 5 business model yang bisa digunakan dengan berorientasi pada salah satunya:
1. Un-building business model (memecah" yg sudah ada).
# tantangan: karena dilakukan semuanya maka biaya terlalu mahal (butuh biaya banyak).
# solusi: memilah-milah lagi mana yang perlu dan tidak.
# cara menggunakan sistem IT dan manajemen supaya bisa dipisahkan namun tetap terkoordinasi dengan baik.
# dilihat dari 3 core business types: 1. Ekonomi: product innovation terdapat pada speed, customer relationship terdapat pada economics of scope, infrastructure terdapat pada ecnomic of scale. 2. Culture: berlomba untuk mencari orang" yang berbakat, battle of scope, dan battle of scale. 3. Competition: terfokus pada karyawan, berorientasi pada service yang tinggi, dan cost focused.
# contoh: PT. TELKOM
2. Long Tail (hasilnya baru dirasakan setelah beberapa waktu lamanya).
# contoh: LEGO
# Lego harus membeli hasil buatannya pecinta lego (sistem robotnya / rumahnya / dll) dari seorang partner individu kemudianLogo menawarkannya ke semuanya lewat internet. Sesudah itu apabila ada yang mengingini design milik seseorang maka Lego akan membuatannya dan partner individu tersebut akan menerima royyalti.
3. Multi-Sided (banyak digunakan oleh perusahaan" pada umumnya)
# one value proposition targets, one customer segments.
# lebih mengutamakan pada platform (komunitas).
# contoh: Google (dapat uang dari beberapa sumber tapi memberikan sesuatu ke customer tanpa biaya).
4. Free
# tipe 1: Freemium (free tapi premium) seperti Avira Anti-Virus --> dapat berjalan dengan cara subsidi silang.
# tipe 2: Bait and Hook seperti ESIA (diberi yang gratis" terlebih dahulu supaya pindah ke operator mereka kemudian orang akan ketagihan untuk menggunakannya), dengan kata kunci rasional.
5. Open
# yang banyak menggunakan bisnis model ini adalah perusahaan research and development.
# ideas and result hanya untuk kalangan inside, namun bisa di jual ke perusahaan lain yang membutuhkan tpai harus bayar royalti.
# tantangan: biaya tinggi untuk research and develompment (alat harus canggih), namun produktifitas rendah.
# solusi: utilizing outside patterns.
# contoh: IDEO
Minggu ini jujur kurang konsentrasi karena kmrn Carnaval Snack Box mulai untuk preparation orderan orang sejumalh 40pax dengan masing" berisi 3 macam kue, jadi in total = 120pcs kue =] mohon dimaklumi..penulis sudah berusaha sebisanya..terima kasih.. :)
Thursday, October 6, 2011
BMC Part 1
Huff..buat blog lagi...(T.T) semangat!!!! ^^
Business Model Canvas terdiri dari 9 hal yang saling berkaitan antara 1 dengan yang lainnya, sesuai urutan:
1. Customer Segments
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam customer segments ini untuk mempermudah kita dalam menentukan segment yang akan kita pilih: dari sesuatu yang baru yang dibutuhkan orang, kualitas yang baik, sesuai dengan keinginan, design, brand/status, harga, cost reduction, risk reduction, accessibility, convenience/usability.
2. Value Proposition
- Mass market: hal sehari" yang dibutuhkan seperti odol, sabun, shampoo.
- Niche market: ditujukan pada pasar tertentu (tidak semua orang membutuhkan hal tersebut namun ada pasarnya sendiri (Bently-mobil termahal dan wine house-yang ada di jakarta.
-Segmented: hanya tertuju khusus pada salah satu segmen seperti middle-low, middle-up, proffesional, etc)
-Diversified: memilih beberapa segmen dari semua segmen yang ada.
-Multi-sided platforms: susah untuk dijelaskan tapi bisa dimengerti dengan contoh seperti google, FB, Yahoo, twitter (ubertweet), etc.
3. Channels
Adalah cara customer agar tertarik, tahu, dan value proposition kita dapat terkomunikasikan dengan baik kepada customer.
-Personal assistance: high involvement product (terjadi interaksi penjual-pembeli yand tinggi)
-Self service: low involvement product, disini pembeli masih bertemu dengan produknya langsung.
-Automated service: lebih kepada IT dan info yang kita dapatkan didasarkan pada database kita, seperti amazon.com (kalau sering beli buku dengan labels marketing, nanti kita bakal dapet up-date data buku" marketing terbaru dengan sendirinya)
-Communities: dengan membuat sebuah komunitas / ikut sebuah komunitas yang sudah ada.
-Co-creation: melibatkan pelanggan dalam pembuatan produk.
4. Customer relationship
Siklus yang terjadi agar customer melakukan pembelian berulang kali.
-Sales force: pegawai
-Web force: dari website/online catalog
-Own store: toko sendir(dipajang produknya)
-Partner store: dititipkan di toko" lain juga biasnaya dengan sistem konsinyasi (bisa di retur), kata kunci: pinjam space.
-Wholesaler: barang dibeli dengan sistem putus (hanya bisa retur kalau cacat), kata kunci: pinjam network.
5. Revenue streams
Dari 4 hal diatas kita akan bisa mendapatkan hal yang ke-5 ini.
-asset sale: seperti BB, terus jika BB kita bakar maka RIM tidak bakal marah terhadap kita karena telah kita beli asset mreka (BB itu sendiri).
-usage fee: jual fasilitas yang digunakan ditempat seperti tempat fitness celebrity
-subcription fee: biasanya dibayar bulanan (BB, kabel TV) --> ada unsur waktunya.
-lending/renting/leasing: sewa biasa
-licensing: seperti franchise tapi yang harus tetep bayar komisi terus.
-brokerage fee: sama dengan makelar
-advertising
6. Key resources
Dilakukan supaya no.1-4 jalan dengan baik --> berhubungan dengan orang" inernal.
-production: buat barang
-problem solving: industri jasa (seperti UC)
-platform/netwrok: hubungan/gathering seperti Sony PS produksi game playernya dan para gamer / game design membuat game" untuk Sony PS.
7. Key activities
Sumber daya yang bisa digunakan untuk mendukung smua hal di atas.
-physical: alat yang dibutuhkan
-intellectual: pengetahuan dalam pembuatan produk/jasa
-human: sumber daya manusianya
-financial: modal yang digunakan
8. Key partners
Pihak luar yang ikut terlibat namun diluar customer dan perusahaan tidak mempunyai otoritas.
# Tipenya:
-strategic alliance between non-competitor (seperti XO cuisine dengan BCA credit card)
-Coopetition (corporation and competition): strategic partnership between competitiors seperti UC dengan Uni Korea.
-Joint ventures to develop new business
-buyer-supplier relationship to assure reliable supplies: cocok buat wholesaler.
# Motivation:
-optimization and economy of scale (produksi masal)
-reduction of risk and uncertainty (memberikan kepada pihak lain agar mengurangi resiko tidak terpenuhinya permintaan yang sangat banyak)
-acquisition of particular resources and activities
9. Cost structures
Biaya yang dikeluarkan agar no.5-8 dapat terjadi dan berjalan.
# kinds:
-cost driven: hulu-hilir --> produksi-customer
-value driven: hilir-hulu --> customer-produksi
#characterization:
-fixed cost
-variable cost
-economies of scale (produksi masal)
-economies of scope (digolongkan seperti Toyota punya pilihan mobil untuk kelas menengah-atas (mulai avanza, kijang, inova, dll) dan kelas atas/premium (Lexus).
akhirnyam selesai =D yey! ^^ cu next class..
Business Model Canvas terdiri dari 9 hal yang saling berkaitan antara 1 dengan yang lainnya, sesuai urutan:
1. Customer Segments
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam customer segments ini untuk mempermudah kita dalam menentukan segment yang akan kita pilih: dari sesuatu yang baru yang dibutuhkan orang, kualitas yang baik, sesuai dengan keinginan, design, brand/status, harga, cost reduction, risk reduction, accessibility, convenience/usability.
2. Value Proposition
- Mass market: hal sehari" yang dibutuhkan seperti odol, sabun, shampoo.
- Niche market: ditujukan pada pasar tertentu (tidak semua orang membutuhkan hal tersebut namun ada pasarnya sendiri (Bently-mobil termahal dan wine house-yang ada di jakarta.
-Segmented: hanya tertuju khusus pada salah satu segmen seperti middle-low, middle-up, proffesional, etc)
-Diversified: memilih beberapa segmen dari semua segmen yang ada.
-Multi-sided platforms: susah untuk dijelaskan tapi bisa dimengerti dengan contoh seperti google, FB, Yahoo, twitter (ubertweet), etc.
3. Channels
Adalah cara customer agar tertarik, tahu, dan value proposition kita dapat terkomunikasikan dengan baik kepada customer.
-Personal assistance: high involvement product (terjadi interaksi penjual-pembeli yand tinggi)
-Self service: low involvement product, disini pembeli masih bertemu dengan produknya langsung.
-Automated service: lebih kepada IT dan info yang kita dapatkan didasarkan pada database kita, seperti amazon.com (kalau sering beli buku dengan labels marketing, nanti kita bakal dapet up-date data buku" marketing terbaru dengan sendirinya)
-Communities: dengan membuat sebuah komunitas / ikut sebuah komunitas yang sudah ada.
-Co-creation: melibatkan pelanggan dalam pembuatan produk.
4. Customer relationship
Siklus yang terjadi agar customer melakukan pembelian berulang kali.
-Sales force: pegawai
-Web force: dari website/online catalog
-Own store: toko sendir(dipajang produknya)
-Partner store: dititipkan di toko" lain juga biasnaya dengan sistem konsinyasi (bisa di retur), kata kunci: pinjam space.
-Wholesaler: barang dibeli dengan sistem putus (hanya bisa retur kalau cacat), kata kunci: pinjam network.
5. Revenue streams
Dari 4 hal diatas kita akan bisa mendapatkan hal yang ke-5 ini.
-asset sale: seperti BB, terus jika BB kita bakar maka RIM tidak bakal marah terhadap kita karena telah kita beli asset mreka (BB itu sendiri).
-usage fee: jual fasilitas yang digunakan ditempat seperti tempat fitness celebrity
-subcription fee: biasanya dibayar bulanan (BB, kabel TV) --> ada unsur waktunya.
-lending/renting/leasing: sewa biasa
-licensing: seperti franchise tapi yang harus tetep bayar komisi terus.
-brokerage fee: sama dengan makelar
-advertising
6. Key resources
Dilakukan supaya no.1-4 jalan dengan baik --> berhubungan dengan orang" inernal.
-production: buat barang
-problem solving: industri jasa (seperti UC)
-platform/netwrok: hubungan/gathering seperti Sony PS produksi game playernya dan para gamer / game design membuat game" untuk Sony PS.
7. Key activities
Sumber daya yang bisa digunakan untuk mendukung smua hal di atas.
-physical: alat yang dibutuhkan
-intellectual: pengetahuan dalam pembuatan produk/jasa
-human: sumber daya manusianya
-financial: modal yang digunakan
8. Key partners
Pihak luar yang ikut terlibat namun diluar customer dan perusahaan tidak mempunyai otoritas.
# Tipenya:
-strategic alliance between non-competitor (seperti XO cuisine dengan BCA credit card)
-Coopetition (corporation and competition): strategic partnership between competitiors seperti UC dengan Uni Korea.
-Joint ventures to develop new business
-buyer-supplier relationship to assure reliable supplies: cocok buat wholesaler.
# Motivation:
-optimization and economy of scale (produksi masal)
-reduction of risk and uncertainty (memberikan kepada pihak lain agar mengurangi resiko tidak terpenuhinya permintaan yang sangat banyak)
-acquisition of particular resources and activities
9. Cost structures
Biaya yang dikeluarkan agar no.5-8 dapat terjadi dan berjalan.
# kinds:
-cost driven: hulu-hilir --> produksi-customer
-value driven: hilir-hulu --> customer-produksi
#characterization:
-fixed cost
-variable cost
-economies of scale (produksi masal)
-economies of scope (digolongkan seperti Toyota punya pilihan mobil untuk kelas menengah-atas (mulai avanza, kijang, inova, dll) dan kelas atas/premium (Lexus).
akhirnyam selesai =D yey! ^^ cu next class..
Thursday, September 15, 2011
Menton Bank
Menton bank ada sebuah perusahaan bank yang sekarang sedang dalam masa perubahan fokus, yaitu yang awalnya sedang berfokus pada corporate banking (seperti HSBC yang berfokus pada customer perusahaan-perusahaan) menjadi bank yang berfokus pada retail banking (seperti BCA yang berfokus pada per orangan untuk kelas bawah-atas). Sehingga dibutuhkan beberapa perubahan yang harus dilakukan, yang terpenting yaitu re-branding dan lebih fokus ke customer service / orientation. Jadi yang awalnya Menton lebih ke CAR sekarang dirubah menjadi CSR. Perbedaan job desc paling menonjol dari keduanya adalah CSR lebih kepada existing customer, memberi referensi dan cross-selling/up-selling. Selain itu CSR di sini juga lebih berperan segai front-liner (bagian yang bertemu dan bertatap muka langsung dengan customer) sehingga kesempatan untuk menawarkan apa pun ke customer lebih banyak dan juga berperan untuk memberikan respond kepada customer needs serta menawarkan produk-produk yang dimiliki. Jadi untuk posisi CSR haruslah di isi dengan orang yang cepat dan tanggap terhadap customer sedangkanu ntuk posisi CAR dibutuhkan orang yang dapat melakukan cross-selling (pintar berbicara dan menawarkan serta menjual produk). Menurut saya dari para kandidat yang ada saya lebih memilih Karen untuk dijadiakan sebagai the new CSR head karena Karen memiliki score tertinggi dalam operasional, well-grooming, bisa supervise anak buah, dan masalah lack of selling-nya tidak jadi masalah karena CSR tidak terlalu dibutuhkan kemampuan untuk menjual. Yang perlu diingat sebelum menentukan siapa yang akan menempati posisi yang kosong tersebut, maka ada beberpaa hal yang perlu diingat: hire the right person (tidak ada yang perfect dan perlu dilihat apakah orang tersebut sesuai dengan culture yang ada di perusahaan), cari kandidat yang paling dekat dengan apa yang dibutuhkan, melihat kembali personality orang tersebut, dan terakhir melihat kepada apa yang ada di orang tersebut yang sudah ada dan apa yang masih perlu untuk di training.
Yang daya perlajari dari kasus Menton Bank adalah bahwa customer personalize relationship itu sangatlah penting jadi para staff harus memiliki sikap yang polite, warm, smile, ramah, dan berpengetahuan. Karena apabila customer personalize kita bagus maka akan tercipta suasana yang nyaman, tingkat kepercayaan customer meningkat, dan juga loyalitas customer pasti akan meningkat juga. Sekian untuk hari ini, terima kasih =] minggu depan libur dulu..yey! v(^___^)v
Thursday, September 8, 2011
Managing People by Ita Saleh
Sebelumnya mengenai Acra Beach Hotel yang lokasinya maka hotel ini dalam tingkat okupansinya sangat dipengaruhi oleh musim dan cuaca, terutama saat adanya badai tahunan yang terjadi di pulau tersebut dan juga terkena dampak dari holiday season dari UK. Dalam hotel tersebut customer terbagi menjadi 2 segmen, bisnis dan traveler. Bisinis sendiri dibagi dua lagi, individu dan grup. Sedangakn traveler dibagi menjadi individu atau dari travel agency. Namun adanya 2 segmen ini menyebabkan terjadinya pro dan kontra. Pro-nya yaitu terjadi kepastian okupansi karena musim pemakaian hotel yang berbeda dari kedua segmen tersebut sehingga dapat saling mengisi. Namun disisi lain juga terjadi ketidakpastian dari income yang tidak stabil karena occupancy rate yang berbeda antara bisnis dan traveler. Mengenai group booking sendiri (WICB) ada 3 hal yang harus dipertimbangkan, financial (profit menurun karena minta banyak potongan/paket termurah), suasana (tamu yang lain akan merasa terganggu oleh kehadiran grup tersebut karena ramai yang berlebihan), dan relasi (jumlah kamar yang dapat disewakan untuk tamu lain berkurang dan akan menimbulkan penolakan yang berakibat pada loyalitas / relasi dengan tamu yang akan menginap di sana karena kecewa dengan penolakan yang terjadi). Sehingga akhirnya menurut saya lebih baik permintaan group booked tersebut di tolak dengan alasan terjadi loss profit yang cukup besar (USD 40,000) apabila lebih memilih untuk menerima permintaan tersebut. Namun apabila diterima bisa menjadi keuntungan juga karena dari sissi marketing mereka dapat membangun brand image. Jadi apabila return on investment marketing lebih besar daripada cost maka lebih baik permintaan tersebut diterima.
Dalam dunia hospitality manusia merupakan hal terpenting karena dunia ini mengandalkan personalize service. Setiap SDM yang ada harus memiliki servant hoods spirit untuk dapat men-delivery service in manner. Namun semua yang dilakukan selalu tidak berwujud maka apabila servis tudak memuaskan akan ditinggalkan oleh customer. Ada 2 hal penting yang harus dilakukan oleh bagian HRM dalam mencari SDM, recruitment (tindakan bebas tanpa ikatan, lebih baik dilakukan setiap 3-6 bulan sekali untuk meng-update data SDM terutama bagi hotel yang tunr-over labornya cukup tinggi) dan selection (tindakan lanjut dari rectuirment untuk menentukan mana yang paling cocok dan dibutuhkan). Ada beberapa cara untuk mendapatkan informasi SDM: internal searching (menaikkan jabatan staff yang sudah ada), institusi (lembaga/kampus), advertising (kurang efektif karena menyita waktu -- semua orang boleh melamar) profesional organisasi (seperti bursa kerja -- menguntungkan karena cocok dengan apa yang dibutuhkan), reference (lebih baik ini karena kenal / networking), head hunter (dipakai untuk masal), dan walk-in (paling jarang dilakaukan). Kemudian untuk menentukan orang yang tepat maka dilakukan resume screening test dan interview / personal interaction (lebih baik langsung drpd lewat telepon agar tahu bagaimana manner orang tersebut). HRM adalah bagian yang haruis dapat menghandle o\para pekerja pada divisi/department lain, jadi untuk orang" yang bekerja pada divisi HRM harus mampu meng-encourage diri sendiri (tangguh).
Kesimpulannya mencari orang yang tepat untuk bekerja pada bidang yang tepat membutuhkan keahlian dari HRM. Jadi pilihlah orang yang tepat untuk mencari orang yang tepat pula. Para staff yang sudah loyal juga harus tetap diperhatikan agar loyalitas dapat semakin bertambah sehingga bagian HRM tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk merekrut orang" baru (butuh biaya untuk training, menanamkan visi dan misi perusahaan, waktu untuk mencocokan diri dengan suasana kerja yang baru, dll).
Thursday, August 25, 2011
Balancing Demand Capacity
Shouldice Hospital merupakan sebuah rumah sakit yang sangat memperhatikan psikologi dari pasien" mereka. Target utama dari rumah sakit ini adalah orang' yag care terhadap dirinya sendiri dan mencari sebuah komunitas baru untuk saling berbagai pengalaman mengenai hernia. Shouldice adalah sebuah contoh rumah sakit yang sangat berhasil di Canada karena mereka menggunakan sistem self service, yaitu di rumah sakit ini pasien tidak akan diperlakukan seperti di rumah sakit lainnya yang seringnya terlalu di manja, sehingga pasien akan merasa senang karena mereka merasa akan segera sembuh dan juga mereka dapat saling berkomunikasi antar pasien dan juga dokter serta suster untuk saling berbagi maupun konsultasi. Untuk rencana expansi lebih baik shouldice membuka cabang baru di US karena pasien yang datang ke shouldice sendiri ternyata juga banyak yang dari US, namun dengan konsep yang sedikit berbeda yaitu langsung dari awal buka mulai sari hari senin-minggu (dengan dokter" sendiri yang menangani (harus memastikan bahwa satu tim mau untuk bekerja pada hari sabtu-minggu), namun mereka mendapatkan ganti hari libur dan tambahan uang).
Dalam dunia industri service, produksi jasa akan dulakukan saat itu juga apabila ada permintaan. Lain halny adengan industri produk yang tidak mempedulikan permintaan tapi produksinya terus d kontrol. Dalam service pun kapasitas produksi juga harus sangat dipertimbangkan dan diperhatikan. Apabila kita dapat menyelaraskan antara permintaan dengan kapasitas yang kita miliki maka kualitas dari service yang kita berikan akan sangat memuaskan (kualitas terbaik). Tapi apabila permintaan yang ada melebihi dari maksimal yang dapat diberikan maka service kita akan mendapatkan banyak komplain karena tingkat kualitas yang sangat rendah dari yang kita berikan. Begitu juga apabila tingakt permintaan yang melebih batas minimum dari yang ditentukan maka bisa saja terjadi PHK terhadap sumber pekerjanya. Kapasitas produksi dilihat dari: (1) fasilitas fisik yang ada (jumlah kamar), (2) fasilitas simpen barang (gudang untuk menyimpan barang', tempat parkit, dll), (3) alat yang digunakan untuk memproses people yang memerlukan info dan jasa (ATM, AC, TC, dll), (4) tenaga kerja (jumlah dan kualitas). Agar kapasitas dapat bertemu dengan permintaan, yang dapat kita lakukan adalah mempekerjakan orang" part-time dengan sistem kontrak, saling pinjam/share fasilitas (UC-Palimanan), mengajak customer untuk share bersama (taxi/car share dengan tujuan yang sama), mengundang para customer untuk melakukan self-service (menarik perhatian), dan cross-train karyawan (misal seorang server bisa sewaktu" apabila dibutuhkan untuk menjadi bartender yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan).
Yang saya pelajari hari ini adalah menyeimbangkan anatara permintaan dengan kapasitas yang kita miliki itu sebenarnya tidak mudah meskipun bila dilihat secara teori adalah mudah. Untuk mempraktekkannya mungkin akan dibutuhkan pengalaman yang cukup lama. Namun apabila kita mau belajar untuk mengerti usaha kita dan ingin memeberikan service dengan kualitas terbaik maka kita harus menyeimbangkan anatara permintaan dengan kapasitas yang kita miliki. :)
Thursday, August 18, 2011
Service Blueprint
Perusahaan yg bergerak dalam industri service harus memiliki service blueprint ato kata lainnya SOP (standard operation procedures). Jadi semua hal dapat dilihat jelas oleh semua karyawan hotel dan standard dari service yang diberikan dapat terjaga dengan stabil. Service blueprint apabila diumpamakan dalam sebuah film maka itu adalah scriptnya (yg menentukan apakah sebuah film itu bagus ato tidak). Dalam service blueprint dapat dikatan hampir seperti sebuah script/alur yaitu memiliki unsur input > process > output. Semuanya harus dipikirkan baik dari sisi customer maupun sisi perusahaan agar service yang d hasilkan dapat maksimal.
Dari hasil diskusi mengenai jollibee fast-food corporation, maka dapat dikatakan jika JFC adalah sukses dalam mengalahkan saingan internasionalnya seperti McD untuk target market org" filipin. Karena mereka dapat menyesuaikan dengan taste dan kultur org" filipin yg family togetherness. JFC sendiri menggunakan cara marketing sub-brand agar apabila salah satu sub-brand tsb terkena masalah maka citra dari JFC sendiri tidak akan hancur. Selain itu jollibee fast-food juga membantu org" filipin untuk lebih nasionalisme terhadap negaranya dengan cara memberikan variasi pilihan menu authentic filipin. Sehingga diharapkan apabila org" filipin makan di tempat tsb akan merasa seperti di negaranya sendiri. Namun, di sisi lain kekurang dari kinerja JFC secara overseas adalah terlalu fokus dengan filipin dan kurang overseas. Tapi dengan franchaise brand" yg terkenal secara international/di tiap" negara maju dan menjadikannya sub-brand dari JFC maka akan membantu JFC dalam kinerjanya untuk overseas.
Dari pelajaran hari ini yg saya pelajari dan menurut saya penting adalah bahwa standard operation procedures atau blueprint adalah sangat penting karena dengan adanya hal tsb dapat menyeragamkan semua service yg kita berikan dan dapat dijadikan sebagai patokan untuk kedepannya terutama apabila ingin menjadi lebih baik lagi dalam memberikan service yang maks.
Dari hasil diskusi mengenai jollibee fast-food corporation, maka dapat dikatakan jika JFC adalah sukses dalam mengalahkan saingan internasionalnya seperti McD untuk target market org" filipin. Karena mereka dapat menyesuaikan dengan taste dan kultur org" filipin yg family togetherness. JFC sendiri menggunakan cara marketing sub-brand agar apabila salah satu sub-brand tsb terkena masalah maka citra dari JFC sendiri tidak akan hancur. Selain itu jollibee fast-food juga membantu org" filipin untuk lebih nasionalisme terhadap negaranya dengan cara memberikan variasi pilihan menu authentic filipin. Sehingga diharapkan apabila org" filipin makan di tempat tsb akan merasa seperti di negaranya sendiri. Namun, di sisi lain kekurang dari kinerja JFC secara overseas adalah terlalu fokus dengan filipin dan kurang overseas. Tapi dengan franchaise brand" yg terkenal secara international/di tiap" negara maju dan menjadikannya sub-brand dari JFC maka akan membantu JFC dalam kinerjanya untuk overseas.
Dari pelajaran hari ini yg saya pelajari dan menurut saya penting adalah bahwa standard operation procedures atau blueprint adalah sangat penting karena dengan adanya hal tsb dapat menyeragamkan semua service yg kita berikan dan dapat dijadikan sebagai patokan untuk kedepannya terutama apabila ingin menjadi lebih baik lagi dalam memberikan service yang maks.
Subscribe to:
Posts (Atom)