Monday, May 9, 2011

Questions For Related Entrepreneur


Berikut adalah list pertanyaan yang akan ditanyakan kepada Pak Halim selaku owner dari “Oishii – Donut & Pastry”.
1.    Pada saat memulai bisnis Anda rintangan apa saja yang dialami? Apakah mungkin karena bahan dasar yang tidak lazim digunakan orang juga memberikan rintangan tersendiri?
2.    Pada mulanya bisnis Anda adalah bisnis penjualan langsung kepada konsumen (direct selling), lalu apa yang kemudian membuat Anda memutuskan untuk masuk ke bidang kue kotakan (misal untuk manyek, meeting, dll.) yang menggunakan delivery service?
3.    Untuk penentuan harga di bisnis Anda, prinsip mana yang Anda gunakan, berdasarkan HPP ataukah berdasarkan kompetitor yang ada, dan apa alasan Anda memakai prinsip tersebut?
4.    Mengapa Anda menggunakan nama “Oishii” untuk bisnis Anda dan logo tersebut untuk bisnis Anda? Apakah ada pesan yang ingin Anda sampaikan kepada konsumen dari nama serta logo tersebut?
5.    Pandangan (image) dari konsumen yang bagaimana yang Anda inginkan mengenai “Oishii”?
6.    Networking apa yang pama mulanya Anda perlukan untuk memulai bisnis Anda (pekerja, konsumen, supplier, dll.) dan apakah ada kendala dalam menemukan networking tersebut?
7.    Bagaimana cara Anda dalam mempertahankan / menjaga serta memperluas networking yang Anda punya?
8.    Pada saat Anda memulai bisnis Anda, mana yang lebih penting networking ataukah modal dan bagaimana hal tersebut memberikan pengaruhnya sampai sekarang?
9.    Untuk menjaga dan mempertahankan konsumen “Oishii” hal apa saja yang sudah Anda lakukan dan hal apa yang akan Anda lakukan? (customer loyalty --> diskon, membership, dll.)
10. Standar kualitas yang bagaimana yang Anda gunakan untuk mencapai kepuasaan konsumen terhadap “Oishii” dan apa yang akan Anda lakukan untuk meningkatkan standar kualitas yang “Oishii” miliki?
11. Apa saja janji yang “Oishii” berikan dan akan berikan untuk meningkatkan kepuasaan pelanggan dan seberapa besar pengaruh janji tersebut terhadap penjualan produk “Oishii”?
12. Strategi pemasaran seperti apakah yang sudah Anda lakukan dan masih akan Anda lakukan serta yang akan Anda lakukan dikemudian hari untuk menunjang bisnis Anda? Seberapa lama dan besar dampak yang diberikan terhadap strategi pemasaran yang telah anda lakukan? 

Tuesday, May 3, 2011

Integrated MarCom

Marcom merupakan sebuah saran untuk mengkomunikasikan mengenai siapa perusahaan anda dan apa yang perusahaan anda lakukan. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mendukung marcom, yaitu increase market penetration, stimulate interest, encourage product trial, stimulate impulse buying, increase rate of consumption, influence sales volume, develop repeat purchase behavior, differentiate the product, and establish a product image. Tetapi hal-hal di atas dilakukan secara berurutan, tidak serempak agar hasilnya lebih maksimal untuk tiap tahapnya. Untuk mengkomunikasikan marcom maka dibedakan dalam beberapa hal:
  1. Advertising: above and below the line (butuh uang banyak dan minim: media masa)
  2. Public relation: product promotion, corporate communication, lobbying, advising management, and press relation
  3. Sales Promotion: misalnya seperti kupon (stiker/stamp), cross-promotion (buy1get1), rebates (potongan harga), dll.
  4. Personal selling: yang kita jual bukan produk tapi lebih kepada saran/solusi sesuai dengan needs and wants customer.
  5. Direct marketing: menjemput maupun didatangi oleh bola (customer)

Kenapa marcom penting dilakukan? Karna dengan marcom maka sebuah perusahaan dapat informing (ada dan eksis), persuading (meningkatkan penjualan), dan reminding (mengingatkan orang tentang produk kita). Dan hal terpenting mempelajari marcom adalah supaya perusahaan tersebut tetap ada di hati masyarakat. Hal ini terkait juga dengan networking yang perusahaan kita punya.

Jadi, sebuah perusahaan juga perlu untuk melakukan marcom agar perusahaan tersebut tetap eksis di industrinya. Salah satu marcom yang dapat kita lakukan sekarang adalah personal selling karena hanya membutuhkan modal keberanian untuk mempromosikan dan menawarkan produk kita.

Monday, April 25, 2011

Customer Relationship

Ada dua hal penting yang bersangkutan dengan CR, yaitu service quality dan customer relationship management. Dalam service quality ada hal yang dinamakan dengan satisfaction GAP, yaitu seberapa besar jarak yang terjadi antara customer expectation (yang diharapkan) dengan customer experiences (kesan pertama). 5 atribut servqual: reliability, assurance, tangibles, emphaty, dan responsiveness. CRM dapat dicapai dengan cara acquisition, satisfaction, loyalty, dan akhirnya retentation. Untuk memberikan customer benefit yg besar dipengaruhi oleh customer value (sejajar) dan customer cost (bertolakbelakang).

Customer relationship sangat perlu untuk dipelajari, terutama dalam bisnis bidang service industry, karena yang menjadi penentu masa hidup atau kelangsungan dari bisnis tersebut adalah customer. Apalagi dalam bidang marketing, customer merupakan yang utama dan hal terpenting. Tanpa customer maka bisnis tersebut dapat dikatakan mati.

Customer dapat dikatakan seperti jantung. Kita harus menjaga dan merawatnya dengan baik agar seorang manusia tetap dapat hidup. Jadi, kita harus dapat memberikan yang terbaik baik customer kita sama seperti halnya memberikan yang terbaik untuk jantung kita agar kita tetap dapat melangsungkan hidup kita.

Monday, April 18, 2011

Marketing Channel

Untuk menjadi sukses sebenarnya tidak perlu modal besar asalkan kita mempunyai network dan channel yang luas dan terpercaya, maka suatu bisnis akan terus berjalan dengan sendirinya. Ada 2 macam networking, yaitu self (berpusat pada diri kita sendiri) dan bizz (berpusat pada bisnis/perusahaan kita). Semakin kecil ruang lingkup network maka hubungan dengan network akan semakin dekat dan komit. Dari network yang ada kita dapat membangun channel untuk bisnis kita, Business-to-Business (direct or indirect) or Business-to-Costumer (direct, indirect, or mixed). Termasuk yang mana (direct, indirect, or mixed) tergantung pada produk dan model bisnis yang kita lakoni. Untuk dapat sampai ke consumer market maka dapat dilakukan beberapa cara seperti direct sales, online marketing, direct marketing, tele-marketing, representative/agents.

Membangun network dan channel yang luas, kuat, dan terpercaya sangat penting karena dari 2 hal tersebut kita dapat memulai sebuah usaha dan menjadi sukses tidak dengan modal yang besar, bahkan tanpa modal. Dari 2 hal tersebut ktia dapat membangun commitment, interdependence, trust, social norm, yang akhirnya dapat membentuk sebuah power.  Dengan mempunyai network dan channel yang baik maka dapat dikatakan kita langsung mengena di hati customer. Selain itu, sebuah bisnis akan lebih baik apabila ditunjang tidak hanya dengan bentuk fisiknya saja (toko, pabrik, bangunan) tetapi juga dengan hal-hal yang tidak terlihat (network+channel) tetapi memiliki sesuatu yang sangat berpengaruh bagi kelangsungan bisnisnya.

Network dan channel dapat dikatakan hampir sama seperti hukum tabur-tuai. Jadi apa yang kita tabur (membangun hubungan + relasi yang baik) akan kita tuai (network + channel yang luas dan terpercaya), yang pada akhirnya kita juga menerima sesuatu yang lebih atas apa yang telah kita tabur, yaitu upah = kesuksesan!

Monday, April 4, 2011

Entrepreneurial Product, Pricing, and Branding

Entrepreneurial product yang dimaksud adalah untuk sebuah perusahaan yang masih baru maka akan sangat dibutuhkan keinovatifan dari produk (barang atau jasa) yang dihasilkan. Keinovatifan tersebut juga harus diuji di pasar sampai sejauh mana level inovatif dari produk tersebut. Untuk pricing sebisa mungkin kita menentukan harga secara entrepreneurial bukan secara tradisional lagi. Ada 5 karakter dari sebuah harga, yaitu value, variable, variety, visible, dan virtual. Entrepreneurial branding sendiri mempunyai beberapa hal yang perlu diperhatikan: brand elements, brand dimension, dan  hierarchy. Jadi kita perlu memikirkan dengan mantap dan sedemikian rupa untuk akhirnya dapat mengeluarkan sebuah brand. Dalam brand harus bisa terpancar mengenai perusahaan tersebut, baik filosofi, paradigma, dan competitive advantages.

Produk yang ada dihasilkan haruslah inovatif karena agar perusahaan yang baru ini dapat dan tidak kalah saing dengan produk lain yang sudah ada sebelumnya di pasar. Kemudian untuk harga kita harus dengan seksama menentukan harga tersebut karena harga merupakan salah satu faktor yang dilihat oleh pembeli sebelum membeli sebuah produk. Branding sendiri merupakan sesuatu yang meskipun tidak terlihat dengan jelas, namun itu juga merupakan salah satu yang dijual oleh sebuah perusahaan.


Sama halnya dengan tubuh, jiwa, dan roh dalam seorang manusia, maka demikian pula halnya dengan sebuah perusahaan. Yang menjadi tubuh dari sebuah perusahaan adalah product, jiwa adalah pricing, dan roh adalah branding. Ketiga hal ini tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dalam membangun sebuah perusahaan baru dan ketiga hal tersebut juga saling melengkapi satu dengan yang lain.
 

Monday, March 21, 2011

SWOT Analysis

Setelah memilah internal (strength & weakness) dan eksternal (opportunity & threat) faktor suatu perusahaan dari beberapa poin (misal marketing strategy, distribution strategy, organization, product, price range, target market, dll) maka dapat kita cari tahu dimana kah posisi perusahaan tersebut sekarang berada dalam Grand Strategy Matrix yang terbagi menjadi 4 kuadran:
  1. 1.Expansion (strength & opportunity): upaya perusahaan untuk mengalokasikan sumber-dayanya untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih besar -->  (1) concentration (dalam 1 bidang): vertical growth (bentuk sama) dan horizontal growth (bentuk serupa), dan (2) diversification (lintas bidang): concentric (1 bidang dan fungsi sama) dan conglomerate (lintas bidang dan fungsi).
  2. Stability (weakness & opportynity): upaya perusahaan untuk menjaga agar kinerjanya tetap stabil --> cautiously, maintain, and profit. 
  3. Retrenchment (weakness & threat): upaya perusahaan untuk mundur / mengurangi suber-dayanya agar tidak memperburuk kinerja --> (1) turnaround: kembali ke langkah sebelumnya, (2) divestment: menarik modal, dan (3) liquidation: menjual asset untuk mendapatkan uang dalam bentuk cash.
  4. Combination (strength & threat): upaya perusahaan untuk menggunakan 2/3 strategi sekaligus --> (1) simultan (sama-sama): waktu yang sama bisnis beda atau (2) sekuensial (bertahap): waktu beda bisnis sama.
Setelah menemukan suatu perusahaan termasuk di kuadran yang mana maka kita dapat melakukan eksplorasi lebih lanjut untuk menentukan strategi apa yang akan dibuat untuk mengatasi hal-hal negatif dan mempertahankan serta meningkatkan hal-hal yang positif agar perusahaan tersebut dapat lebih maju lagi dikemudian harinya.

Monday, March 14, 2011

Report & Discussion

Dalam membuat sebuah report ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
  1. Simplicity: kesederhanaan kalimat (to the point)
  2. Clarity: kejelasan
  3. Accuracy: menggunakan sumber dan fakta-fakta yang akurat
  4. Completeness: kelengkapan data
  5. Relevance: analisis yang dihubungkan dengan bahan penelitian (bisnis) kita
  6. Objectivity: menggunakan penulisan dari cara pandang orang ke-3
  7. Brevity: ringkasan/abstrak di awal report yang membuat pembaca tertarik untuk membaca isi report (1-2 paragraf)
  8. Reader-orienter: menggunakan bahasa yang baku dan formal
Sedangkan hal-hal yang harus ada di sebuah report adalah judul, ringkasan, daftar isi, pendahuluan, analisis (pihak luar), deskripsi (gambar, foto, tabel, dll), penjelasan (pihak dalam), kesimpulan dan saran, serta daftar pustaka.

Kemudian dalam membuat SWOT kita harus menentukan terlebih dahulu apakah hal tersebut faktor internal (Strenght atau Weakness) atau faktor external (Opportunity atau Threat). Setelah itu melihat faktor-faktor tersebut dari beberapa point, seperti vision, mission, values, motto, marketing strategy, distribution strategy, organization, etc. Ada baiknya pula apabila kita menggunakan 2 benchmark agar kekurangan yang satu dapat dilengkapi oleh yang lain sehingga memberikan hasil yang lebih memuaskan untuk bisnis yang akan dijalani kedepannya.